Saumlaki, Teleskopupdate.com – Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) terhadap korban tenggelamnya longboat di perairan Desa Watmasa, Kecamatan Wuarlabobar, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, resmi dinyatakan selesai pada Kamis (12/2/2026). Korban terakhir ditemukan dalam keadaan meninggal dunia oleh tim SAR gabungan, sehingga seluruh 15 penumpang yang berada di atas kapal telah teridentifikasi.
Berdasarkan laporan resmi Komandan KP XVI-2006 kepada Direktur Polisi Udara dan Laut (Polairud) Polda Maluku, korban terakhir atas nama Iman Kalean ditemukan sekitar pukul 09.00 Waktu Indonesia Timur (WIT) pada hari ketiga pelaksanaan operasi SAR.
Peristiwa tenggelamnya longboat bermula pada Senin (9/2/2026) sekitar pukul 17.00 WIT. Kapal yang membawa 15 orang penumpang berangkat dari Larat menuju Desa Karatat, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, namun diduga tenggelam akibat kondisi cuaca buruk di perairan Desa Watmasa, Kecamatan Wuarlabobar, dengan titik koordinat 7° 7’52.69″ Lintang Selatan – 131°32’47.71″ Bujur Timur, berjarak sekitar ±104 mil laut dari Pos SAR Saumlaki.
Pada Selasa (10/2/2026) sekitar pukul 02.00 WIT, sembilan korban pertama ditemukan oleh warga setempat. Dari jumlah tersebut, enam orang dalam keadaan selamat dan tiga orang meninggal dunia. Seluruh korban yang ditemukan pada tahap awal langsung dievakuasi ke Desa Watmasa untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Setelah dua hari melakukan pencarian, tim SAR gabungan menemukan korban terakhir Iman Kalean pada Kamis (12/2/2026) pukul 09.00 WIT di koordinat 7° 8’52.60″ Lintang Selatan, 131°33’56.90″ Bujur Timur atau sekitar ±1,53 mil laut dari lokasi kejadian awal. Korban kemudian dievakuasi dan tiba di Desa Watmasa pukul 09.15 WIT.
Berdasarkan data resmi yang diperoleh, rincian korban adalah sebagai berikut:
– Korban selamat (6 orang): Lepa Sangaji, Fitri Ngol-Ngol, Fathur Kalea, Satrio Rewul, Ardi Wiranata Luturmas, dan Malaki Kalean.
– Korban meninggal dunia (4 orang): Nuria Ubfaan, Nurhaji Maulana, Ade Irma Paca, dan Iman Kalean.
Operasi SAR yang melibatkan berbagai unsur gabungan ini terdiri dari 3 personel Rescuer Pos Sandar Saumlaki, 5 personel KP XVI-2006, 2 personel Polair Polres Saumlaki, 1 personel Pendidikan Militer (PENDAM) XV Pattimura, serta 15 orang masyarakat setempat. Alat utama yang digunakan dalam pencarian adalah kapal KP XVI-2006 dan empat unit longboat milik masyarakat setempat.
Kondisi cuaca selama operasi berlangsung menjadi salah satu faktor penghambat, dengan hujan ringan, arah angin Barat Laut Tenggara dengan kecepatan berkisar 12–21 knot, serta tinggi gelombang antara 1,25 hingga 2,5 meter.
Peristiwa ini berdampak pada aktivitas pelayaran masyarakat di wilayah perairan Wuarlabobar. Aparat berkoordinasi mengimbau kepada seluruh warga untuk selalu memeriksa kondisi cuaca dan informasi navigasi sebelum melakukan perjalanan laut, serta memastikan keselamatan peralatan kapal sebelum berlayar.
Tim Redaksi
(Erwin Masela)













