https://Teleskopupdate.com.
Arui Das, Wertamrian, Bendera Merah Putih dilaporkan tidak berkibar di halaman Kantor Desa Arui Das, Kecamatan Wertamrian, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, selama lebih dari sepekan. Kondisi ini menimbulkan sorotan warga karena kantor pemerintah desa seharusnya menjadi contoh dalam penghormatan terhadap simbol negara.
Berdasarkan pantauan wartawan media ini di lapangan, tiang bendera di halaman kantor desa tampak kosong dalam beberapa hari terakhir. Selain itu, aktivitas pelayanan pemerintahan desa juga disebut-sebut tidak berjalan normal karena kantor desa nyaris tidak beroperasi.
Sejumlah warga yang ditemui menyayangkan situasi tersebut. Mereka menilai tidak dikibarkannya Bendera Merah Putih di kantor desa mencerminkan kurangnya perhatian terhadap kewajiban dasar sebagai institusi pemerintahan.
“Ini kantor pemerintah, seharusnya justru paling depan memberi contoh soal penghormatan terhadap simbol negara,” ujar salah seorang warga yang meminta namanya tidak dipublikasikan.
Warga juga menyoroti kinerja aparatur desa yang dinilai kurang aktif berkantor. Salah satu yang dikeluhkan adalah bendahara desa yang disebut sudah berbulan-bulan jarang terlihat menjalankan tugas di kantor desa karena lebih banyak memilih berdomisili di Saumlaki, ibu kota Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Secara aturan, penggunaan dan penghormatan terhadap Bendera Merah Putih diatur dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan. Dalam regulasi tersebut, Bendera Merah Putih ditegaskan sebagai simbol kedaulatan negara yang wajib dihormati dan diperlakukan secara patut oleh setiap warga negara maupun institusi pemerintahan.
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Arui Das belum berhasil dikonfirmasi untuk memberikan penjelasan terkait tidak berkibarnya bendera maupun kondisi pelayanan kantor desa.
Warga berharap pemerintah kecamatan maupun aparat berwenang dapat turun langsung melakukan pembinaan dan evaluasi, agar kejadian serupa tidak terulang serta pelayanan pemerintahan desa kembali berjalan normal.
Tim Redaksi Erwin Masela













