Berita  

Diduga Ibu Dan anak hendak menjebak Oknum LSM, Staf Pidsus Kejari Banyuasin RJ Minta Jangan Diberitakan

https://Teleskopupdate.com
Keributan antara oknum wartawan, anggota LSM, dan beberapa orang dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Banyuasin di ruangan Sekretaris Dinas (Sekdis) Pendidikan Kabupaten Banyuasin menjadi sorotan publik. Peristiwa ini terjadi pada Rabu (25/02/2026).

Sebagai awal mula, anggota LSM dengan inisial ISL melakukan konfirmasi terkait temuan terkait anggaran honor guru tahun 2024-2025 di SD Negeri 19 Betung. Setelah itu, Kepala Sekolah terkait diduga mengutus puteranya yang merupakan pegawai staf Bidang Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Banyuasin dengan inisial RJ untuk membicarakan dan menyelesaikan temuan tersebut.

Setelah berkoordinasi melalui telepon, RJ dan ISL sepakat untuk bertemu di kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin. Saat itu, ISL sudah berada lebih dulu di ruangan Sekdis.

Baca Juga =  Datang Serahkan Diri ke Polisi, Wiraswasta 30 Tahun Jadi Tersangka Penganiayaan di Kab.OKU

Namun, kedatangan RJ tidak sendiri. Ia datang bersama puluhan rekannya dari Bidang Pidsus Kejari Banyuasin yang diduga hendak melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT). Menurut keterangan narasumber yang tidak mau disebutkan namanya kepada wartawan Beritapali.com, salah satu orang dengan inisial GVN sempat berteriak menyebutkan “OTT”.

Sumber tersebut juga menyatakan bahwa RJ diduga hendak menjebak ISL. Sebelum pertemuan, terdapat informasi bahwa RJ akan mengambil uang sebesar 4 juta rupiah yang diduga akan diberikan kepada ISL. Namun, ISL menegaskan bahwa maksud dan tujuan pertemuan bukan untuk menerima uang.

“Kalau OTT itu harus ada bukti. Mereka menuduh ISL sudah menerima transferan uang sebesar 4 juta rupiah, padahal RJ belum pernah mentransfer uang,” tegas sumber tersebut.

Baca Juga =  Yose Rizal Fajri Ketua (STAI) Ucapkan Selamat atas Sertijab Kapolres OKU

Saat dikonfirmasi wartawan, RJ menyatakan bahwa keributan tersebut sudah diatasi secara kekeluargaan dan hanya disebabkan oleh kesalahpahaman. Ketika disinggung terkait tuduhan mentransfer uang 4 juta rupiah, RJ sejenak terdiam lalu menepis dan menyebut sedang dalam perjalanan menyetir.

“Masalah ini sudah damai secara kekeluargaan Pak, saya lagi nyetir, nanti saya telepon balik dan tolong jangan diberitakan,” ucap RJ.

Hingga berita ini diterbitkan, RJ belum menghubungi kembali wartawan. Bahkan, nomor telepon wartawan yang awalnya digunakan untuk konfirmasi terblokir, terlihat dari status pesan WhatsApp yang tidak terkirim. Saat dicoba dengan nomor lain, kontak RJ tetap aktif namun pesan juga tidak terkirim.

Baca Juga =  SINERGI POLDA SUMSEL DAN DPRD: LANGKAH NYATA WUJUDKAN SITUASI KONDUSIF

(Nopri) Korwil Sumsel
Tim Redaksi.Teleskopupdate.com

Print Friendly, PDF & Email