https://teleskopupdate.com.
Masyarakat desa kandar Kecamatan Selaru Kabupaten Kepulauan Tanimbar menuding Kepala Desa Kandar sengaja menciptakan konflik internal dan tidak bersikap netral dalam proses mediasi tanah yang dihibahkan kepada bakamla
Tetapi yang menjadi sorotan masyarakat desa kandar dalam menjunjung tinggi nilai-nilai adat yang masih bertumbuh terhadap hak-hak komunal adat yang wajib dan dihargai dengan demikian pemerintah daerah seyogianya harus melakukan kesepakatan bersama masyarakat adat untuk ganti rugi tanah barang bukti yang telah dihibahkan oleh pemerintah desa Kandar
Namun, kepala desa Kandar dinilai lebih membela pihak bakamla dengan berdalih mengikuti tanpa mempertimbangkan fakta bahwa masyarakat desa kandar telah menempati lahan tersebut puluhan tahun.
Ketika dikonfirmasi usai mediasi terkait pernyataan yang berpotensi memicu konflik karena membiarkan pihak luar di atas tanah Weslyeta milik masyarakat desa kandar, kepala desa Kandar memilih tidak memberikan komentar, meski sebelumnya telah diingatkan mengenai potensi gesekan antar warga.
Masyarakat desa kandar menegaskan akan tetap mempertahankan wilayah Weslyeta yang telah mereka tempati dan turun–temurun serta menolak seluruh aktivitas pembangunan dari pihak luar.
Mereka juga menuding pemerintah desa terlibat dalam proses tanah Weslyeta secara ilegal dan tanpa sepengetahuan masyarakat desa kandar
Ada permainan kotor dan keterlibatan oknum pemerintah desa Kandar
Menurutnya, Keputusan Presiden KepresNomor 32 Tahun 1979 menegaskan bahwa masyarakat penggarap memiliki hak prioritas atas tanah sepanjang tidak dialihkan kepada pihak lain.
Masyarakat desa kandar juga mengecam sikap Kepala Desa Kandar yang dinilai terang–terangan berpihak kepada pihak bakamla
Atas nama masyarakat desa kandar merasa kekecewaan terhadap kepala desa Kandar masyarakat desa kandar masyarakat juga mendesak pemerintah desa kandar menghentika bakamla untuk membangun bangunan di Weslyeta
Jika pemerintah desa Kandar terus memaksakan, berarti mereka bagian dari masalah ini Masyarakat desa kandar minta semua aktivitas dihentikan sebelum konflik meluas tegasnya.
Tim Redaksi Erwin Masela













