Berita  

https://teleskopupdate.com
Saumlaki, 25 Agustus 2025 – Ketua Pemantau Keuangan Negara (PKN) Kepulauan Tanimbar (KKT), Samuel Lartutul, dengan tegas membantah tudingan terkait permintaan uang senilai Rp4.000.000 dari Kepala Desa (Kades) Labobar. Dalam klarifikasinya, Lartutul menyebut tuduhan tersebut sebagai fitnah yang sengaja dibuat untuk mencemarkan nama baiknya dan organisasi yang dipimpinnya.

“Saya merasa tidak puas karena setahu saya, sejak tiba di Desa Labobar bersama tim PKN pada 15 Agustus 2025, saya tidak pernah meminta uang, baik secara langsung maupun melalui komunikasi telepon atau WhatsApp,” ujar Lartutul.

Lartutul menjelaskan bahwa Kades Wabar diduga menggunakan nama PKN untuk meminta dana dari Kades Labobar tanpa sepengetahuannya. Ia mengungkapkan kekecewaannya atas tindakan tersebut.

Baca Juga =  Lapor,Wapres.Mas Gibran, Tata cara Masyarakat membuat laporan pengaduan Online.

Sebagai bukti, Lartutul mengaku telah menyimpan tangkapan layar (screenshot) percakapan dengan Kades Wabar, yang meminta bantuannya untuk mencari jalan keluar bagi Kades Labobar jika terjerat masalah hukum. Lartutul juga mengaku dihubungi berulang kali oleh Kades Wabar agar menerima sejumlah uang dari Kades Labobar.

“Saya menjawab akan menanyakan dulu kepada pimpinan dan teman-teman. Setelah mendapat jawaban bahwa kami tidak bisa menerima uang seperti itu karena dianggap suap, saya langsung menolak tawaran Kades Wabar,” tegas Lartutul.

Lartutul menambahkan bahwa Kades Wabar tetap memaksa agar dirinya menerima dana sebesar Rp4.000.000 yang telah disiapkan oleh Kades Labobar, dengan imbalan Kades Wabar akan mendapatkan bagian. Namun, Lartutul tetap menolak.

Baca Juga =  Polsek Peninjauan Amankan Tiga Tersangka Pencurian Kelapa Sawit di Desa Makartitama Kec

Atas dugaan pencemaran nama baik ini, Lartutul menyatakan telah melakukan klarifikasi untuk memastikan bahwa berita tersebut tidak benar dan hanya bertujuan merusak nama baiknya dan PKN. Ia juga memastikan akan melaporkan kasus ini kepada pihak berwajib untuk diproses secara hukum.

“Dari berita yang saya klarifikasi ini, saya sangat berterima kasih karena dari berita tersebut, kita semua anak Tanimbar secara umum, dan secara khusus Wuarlabobar, akan sama-sama mengungkap kasus kejahatan korupsi di KKT. Saya sudah banyak sampaikan di mana-mana bahwa PKN mengutuk namanya suapan dan sogokan,” tutup Lartutul.

Baca Juga =  Polres OKU Gelar Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-79 dengan Khidmat dan Meriah

Redaksi, teleskopupdate.(Caisar)

Print Friendly, PDF & Email