https://Teleskopupdate.com
Warga Desa Kandar, Kecamatan Selaru, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, mengungkapkan rasa kecewa terkait proyek sumur bor yang diharapkan dapat meningkatkan akses air bersih untuk keperluan pertanian dan kehidupan sehari-hari. Proyek yang dikerjakan oleh PT Hutama Karya mulai tahun 2025 dan seharusnya selesai pada tahun 2026, namun hingga saat ini belum menunjukkan tanda-tanda penyelesaian dan belum dapat berfungsi secara optimal.
Sebagian besar petani di desa tersebut menyampaikan keluhan bahwa penempatan hidran hanya berada di beberapa lahan di samping jalan raya, sehingga mereka yang memiliki lahan jauh dari jalan tidak dapat merasakan manfaatnya. Mereka berharap pihak terkait dapat mengembangkan instalasi saluran atau menambah titik pengeboran untuk menjangkau seluruh wilayah yang membutuhkan.
“Salah satu warga menyampaikan, ‘Kami sangat membutuhkan air bersih. Sudah lama kami menunggu tetapi belum juga selesai. Kami tidak ingin menunggu lagi.'”
Proyek sumur bor ini direncanakan sebagai solusi bagi permasalahan kesulitan akses air bersih yang dihadapi masyarakat Desa Kandar. Masyarakat menginginkan pemerintah desa dan pihak terkait segera mengambil tindakan untuk memonitor proyek ini, mengingat masa kontrak sudah selesai namun pekerjaan belum rampung.
Semoga pihak pengelola proyek dapat segera menyelesaikan seluruh pekerjaan sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh warga Desa Kandar.
Tim Redaksi, Erwin Masela













