Berita  

Apresiasi Demo 28 Oktober adalah Jeritan Rakyat, Pemerintah Harus Peka.Pakar Hukum Internasional: Daya Beli Ambruk, Rakyat Jual Perabot Demi Beras

Prof Sutan Nasomal: Hidup Makin Susah Adalah Fakta di Tengah Aksi Demo Mahasiswa*

Jakarta -https//:teleskopupdate.com Pakar Hukum Internasional Prof DR Sutan Nasomal SH, MH menegaskan, keluhan masyarakat bahwa hidup makin susah dalam dua tahun terakhir adalah fakta, bukan hoaks atau mengada-ada.

Hal itu disampaikan Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia (PAMID) menyikapi aksi demo damai ribuan mahasiswa dan masyarakat pada 28 Oktober 2026 di Bundaran HI Jakarta dan berbagai daerah.

“Rakyat merasakan kehidupan semakin susah, ekonomi morat-marit selama dua tahun ini. Banyak yang bangkrut. Untuk sepiring nasi saja masyarakat harus stres karena sulitnya mencari uang. Ini terungkap dalam penyampaian aspirasi mahasiswa dalam demo damai,” ujar Prof Sutan di Markas Pusat PAMID, Cijantung, Jakarta, Rabu (29/10/2026).

Menurutnya, aksi tersebut tidak berlebihan. Ia menyayangkan tidak hadirnya Ketua DPR RI dan jajaran untuk menerima langsung aspirasi massa.

Baca Juga =  Insiden Berdarah di Diskotik Palembang, Korban Meninggal Setelah Dirawat di RS Siti Fatimah

Prof Sutan menilai, kondisi saat ini merupakan cerminan pemerintahan 2025-2026 yang manfaatnya belum dirasakan merata hingga ke rakyat bawah. Ia mencatat sejumlah persoalan krusial:

1. *Daya beli anjlok:* Pasar sayur sepi, masyarakat sampai menjual perabot rumah untuk membeli beras agar bisa memasak.
2. *Hukum tumpang tindih:* Peraturan dinilai membabi buta dan memberatkan rakyat, salah satunya penagihan pajak yang mempermalukan warga secara verbal.
3. *Dampak ekologis:* Kerusakan hutan dan kebakaran hutan (karhutla) menimbulkan trauma, krisis udara bersih dan air bersih.
4. *Saling lempar tanggung jawab:* Antara pemerintah pusat dan daerah saat bencana terjadi.

“Pemerintah harus lebih peka dengan air mata masyarakat yang sudah tidak sanggup menderita. Evaluasi dua tahun kerja, sudah sampai ke rakyat bawah belum? Jangan hanya sekelompok pihak saja yang merasakan manfaat,” tegasnya.

Baca Juga =  Pelaku Pembunuhan di Desa Marga Bhakti OKU Behasil Diamankan Polisi

Adapun tuntutan mahasiswa dalam aksi 28 Oktober 2026 yang dinilainya positif antara lain:

– Penetapan status bencana nasional untuk karhutla dan penindakan tegas korporasi perusak lingkungan.
– Reorientasi APBN untuk rakyat dan hentikan pemborosan program populis seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
– Penurunan biaya pendidikan, pemerataan layanan dasar, dan penyediaan lapangan kerja berkualitas.
– Penghentian penyalahgunaan hukum, pemberantasan KKN, dan peninjauan regulasi kontroversial.
– Jaminan kebebasan bersuara, penegakan HAM, dan penghentian militerisasi ruang sipil.

Prof Sutan meminta pemerintah menghentikan akrobat politik yang menambah penderitaan rakyat.

*Narasumber:*
*Prof DR Sutan Nasomal SH, MH*
Pakar Hukum Internasional, Ekonom
Ketua Umum PAMID – Association Of Young Indonesian Advocates
Rektor UBNB / Guru Besar STIA STIH STIK Pronass

Baca Juga =  Satresnarkoba Polres OKU Amankan Kurir Nakortika Jenis Sabu Di Baturaja

Redaksi Teleskopupdate.com (Herson)

Print Friendly, PDF & Email