AMBON, teleskopupdate.com – Menanggapi pemberitaan yang beredar mengenai dugaan perselingkuhan dan tindakan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang menyeret nama Sekretaris Desa (Sekdes) sekaligus Pelaksana Harian (Plh) Kepala Desa Waturu, Ferdinand Luturmas atau yang biasa disapa FL, istri sah dari yg bersangkutan berinisial DL akhirnya memberikan klarifikasi resmi. Melalui pernyataan yang disampaikan kepada awak media, Donika Luturmas (DL), menegaskan bahwa seluruh tuduhan yang beredar adalah tidak benar, merupakan fitnah, dan sama sekali tidak memiliki dasar fakta yang kuat.
DL menjelaskan bahwa isu yang berkembang di masyarakat dan dimuat dalam pemberitaan sebelumnya merupakan rangkaian informasi yang telah dibelokkan, direkayasa, dan bertujuan semata untuk menjatuhkan nama baik suaminya serta merusak kredibilitasnya sebagai aparatur pemerintahan desa yang sedang bekerja. Ia menegaskan bahwa hubungan suaminya dengan Bendahara Desa yang disebut-sebut dalam pemberitaan hanyalah hubungan profesional semata dalam rangka pelaksanaan tugas pemerintahan dan pembangunan desa.
“Suami Saya bekerja dengan seluruh perangkat desa, termasuk Bendahara Desa, atas dasar tanggung jawab jabatan. Segala interaksi yang mereka lakukan murni urusan dinas dan administrasi pemerintahan. Tidak ada hubungan khusus atau kedekatan pribadi di luar urusan pekerjaan seperti yang dituduhkan. Ini adalah fitnah yang sangat merugikan suami saya dan keluarga, serta mencoreng nama baik institusi pemerintahan desa,” tegas DL kepada awak media, Kamis (4/6/2026).
Menyangkut isu dugaan KDRT yang disebut-sebut terjadi akibat perselisihan rumah tangga, istri sah FL, Donika Luturmas atau DL, hadir memberikan penjelasan langsung dan membantah dengan
keras kabar yang beredar. Di hadapan wartawan, DL menegaskan bahwa rumah tangganya bersama FL berjalan harmonis, damai.Ia menduga isu sengaja digulirkan oleh pihak-pihak tertentu yang tidak menginginkan kinerja suaminya berjalan baik di Desa Waturu, dengan cara memanipulasi fakta demi menciptakan isu kriminal yang memalukan.
“Saya Donika Luturmas, istri dari Ferdinand Lutumas, memberikan penjelasan bahwa kekerasan rumah tangga yang dituduhankan bagi suami saya atas dasar perselingkuhan itu kebohongan besar dan fitnah kejam. Karena saya tidak pernah cemburu terhadap suami saya tetapi kekerasan dalam rumah tangga yang terjadi dalam rumah tangga saya bermula dari status di medsos yang dibuat oleh bendahara Desa lalu selanjutnya saya meminta klarifikasi dari bendahara desa itu yang membuat suami saya marah karena suami saya sudah berpesan agar saya selalu hidup rama dengan seluruh masyarakat,Saya sehat, dan baik-baik saja, dan hubungan kami sebagai suami istri sangat rukun, damai, dan penuh kasih sayang. Saya sangat keberatan kondisi kami dijadikan bahan fitnah untuk kepentingan orang lain. Kami bahagia dan baik-baik saja,” ujar DL dengan nada tegas namun tenang.
DL juga menambahkan bahwa tuduhan adanya perselingkuhan atau keretakan rumah tangga adalah rekayasa yang menyakitkan hati seluruh keluarga. “Saya sangat mengenal karakter suami saya. Saya yakin penuh dengan integritas dan kesetiaannya. Tuduhan bahwa dia memiliki hubungan dengan perempuan lain, apalagi istri orang lain, itu sama sekali tidak benar. Itu hanya cerita karangan orang yang ingin menjatuhkan harga diri suami saya,” tambahnya.
Sementara itu, FL juga menepis kabar yang menyebutkan dirinya berupaya merusak rumah tangga orang lain. Menurutnya, tuduhan tersebut sangat berlebihan, tidak beralasan, dan merupakan bagian dari kampanye hitam yang terstruktur untuk mendiskreditkan dirinya di mata masyarakat.
Mengenai kabar keberadaannya yang dikabarkan berada di Saumlaki saat isu itu memanas, FL menjelaskan bahwa kepergiannya ke kota tersebut adalah keperluan dinas resmi dalam rangka mengurus administrasi desa ke instansi terkait, bukan melarikan diri atau menghindar seperti dugaan sebagian warga.
“Kepergian saya ke Saumlaki sudah sepengetahuan dan seizin atasan serta sesuai jadwal dinas resmi. Saya tidak pernah lari atau bersembunyi. Justru saya hadir di tengah masyarakat untuk meluruskan segala fitnah yang disebarkan pihak tidak bertanggung jawab,” ujar FL.
Karena pemberitaan dan isu yang beredar telah sangat merugikan, mencemarkan nama baik keluarga, serta mengganggu kewibawaan dan kinerjanya dalam melayani masyarakat, FL didukung penuh oleh istrinya, DL, telah mengambil langkah tegas. Bersama kuasa hukumnya, FL telah resmi melaporkan pihak-pihak penyebar isu tersebut, termasuk penyebar berita bohong dan fitnah, ke kantor kepolisian setempat.
“Kami, saya dan istri, sepakat mengambil langkah hukum ini sebagai upaya terakhir dan wajib dilakukan untuk membela diri, melindungi kehormatan keluarga, serta mengembalikan nama baik saya sebagai pejabat publik. Biar hukum yang bekerja dan membuktikan siapa yang benar dan siapa yang telah menyebarkan kebohongan untuk mengganggu ketertiban umum,” tandas FL, disetujui oleh istrinya.
FL dan DL berharap dengan adanya klarifikasi resmi yang disampaikan berdua ini, masyarakat dapat memahami fakta yang sesungguhnya dan tidak lagi terprovokasi oleh informasi yang menyesatkan. FL juga berkomitmen untuk tetap melayani masyarakat Desa Waturu dengan penuh integritas, profesionalitas, dan dedikasi tanpa terganggu oleh isu-isu yang tidak berdasar.
Hingga berita ini diturunkan, proses hukum terkait laporan pencemaran nama baik tersebut masih dalam penanganan pihak kepolisian guna mengungkap siapa saja pihak yang bertanggung jawab atas penyebaran berita bohong ini.
Tim Redaksi Media Cetak & Online Teleskopupdate.com













