https://teleskopuodate.com
Baturaja – RSUD Dr. H. Ibnu Sutowo Baturaja memberikan klarifikasi terkait video viral di Facebook yang diunggah oleh akun Heni Arnita, yang menampilkan seorang pasien lansia meninggal dunia dan disertai keluhan terhadap pelayanan rumah sakit.
Direktur RSUD, dr. Rynna Dyanna, didampingi jajaran manajemen, menegaskan bahwa tindakan medis terhadap pasien telah sesuai SOP. Oksigen melalui NRM dan infus telah diberikan sesuai kebutuhan medis berdasarkan instruksi DPJP.
“Klaim bahwa pasien tidak diberikan oksigen dan infus tidak benar. Dalam video pun terlihat selang oksigen dan infus terpasang,” tegas dr. Rynna.
RSUD menyayangkan tindakan perekaman dan siaran langsung di ruang perawatan karena melanggar aturan dan undang-undang. Pihak rumah sakit juga telah berupaya menjalin komunikasi dengan keluarga pasien untuk memberikan penjelasan, namun belum mendapat respons.
Terkait tuduhan pasien tidak diberi makan, dr. Rynna menjelaskan bahwa pasien sedang dipuasakan karena indikasi medis tertentu. Pasien juga dirawat di ruang isolasi, dan keluarga telah diedukasi mengenai penggunaan APD, namun menolak menggunakannya.
dr. Rynna menekankan pentingnya perlindungan terhadap tenaga kesehatan yang bekerja sesuai prosedur dan mengingatkan bahwa dokter spesialis di RSUD Ibnu Sutowo sebagian besar adalah putra daerah yang mengabdi.
RSUD tetap membuka ruang komunikasi secara kekeluargaan, namun tidak bisa membiarkan nama baik tenaga kesehatan dirugikan oleh konten viral. Rumah sakit berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik dan menjadikan kritik sebagai bahan evaluasi, dengan penyampaian keluhan melalui mekanisme resmi.
RSUD Dr. H. Ibnu Sutowo Baturaja mengingatkan untuk tidak mengambil gambar dalam bentuk apapun di area pelayanan, sesuai dengan Undang-Undang Praktik Kedokteran No. 29 Tahun 2004 dan Undang-Undang Telekomunikasi No. 36 Tahun 1999.
Redaksi,Teleskopupdate.(Herson)













